Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Teknologi: Upaya Guru Fisika SMA Negeri 3 Banyuasin 1 Mengajarkan Hukum Archimedes dengan Pendekatan Kearifan Lokal
Banyuasin – Saya sebagai guru di SMA Negeri 3 Banyuasin 1 menerapkan inovasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis teknologi, khususnya dalam pembelajaran Fisika, pokok bahasan Hukum Archimedes di kelas XI. Proses pembelajaran ini menekankan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan gaya belajar siswa. Penerapan teknologi informasi menjadi bagian penting dalam menjadikan pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa.
Proses pembelajaran diawali dengan asesmen diagnostik untuk mengetahui gaya belajar siswa melalui platform Jotform. Asesmen ini bertujuan untuk mengetahui preferensi siswa dalam belajar, baik secara visual, auditori-visual, maupun kinestetik. Menurut saya, “Dengan mengenal gaya belajar mereka, kita bisa lebih efektif dalam menyampaikan materi.”
Tak hanya sekadar asesmen, pembelajaran ini juga berusaha mengaitkan konsep Hukum Archimedes dengan kehidupan sehari-hari siswa. Tugas pertama yang diberikan adalah mengumpulkan foto aktivitas perahu ketek di Sungai Musi, yang dikirimkan melalui grup WhatsApp kelas. Aktivitas ini dilakukan agar siswa dapat melihat penerapan Hukum Archimedes dalam keseharian mereka di wilayah sekitar Sungai Musi.
Setelah assesmen, materi Hukum Archimedes disampaikan melalui presentasi yang dibuat di platform Canva. Saya menyertakan gambar dan video aktivitas perahu ketek di Sungai Musi sebagai contoh nyata, serta demonstrasi virtual dari situs http://amrita.olabs.edu.in untuk memberikan visualisasi konsep secara lebih konkret. Jadi penggunaan media digital membantu siswa lebih mudah memahami konsep abstrak.
Pada sesi berikutnya, siswa diajak berdiskusi dan mengajukan pertanyaan melalui platform Menti.com. Dengan menuliskan kata kunci dan pertanyaan yang muncul di benak mereka, diskusi menjadi lebih interaktif dan terarah.
Tahap selanjutnya, siswa dibagi menjadi kelompok sesuai gaya belajar masing-masing. Setiap kelompok mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dengan tema “Bagaimana perahu ketek bisa mengapung dan berjalan di atas Sungai Musi?” Kelompok visual membuat gambar penjelasan, kelompok auditori-visual menyusun presentasi Canva, dan kelompok kinestetik membuat model perahu mini di baskom untuk mendemonstrasikan konsep Hukum Archimedes.
Masing-masing kelompok kemudian mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas, dan sesi tanya jawab dari kelompok lain membuat siswa lebih mendalami materi. Refleksi pembelajaran dilakukan menggunakan platform Quizizz yang disajikan secara interaktif dengan mode kertas. Selain itu, Google Form digunakan untuk evaluasi formatif, membantu guru memahami tanggapan siswa terhadap pembelajaran berdiferensiasi ini.
Saya berharap inovasi ini dapat memberikan inspirasi bagi rekan-rekan guru lainnya untuk mengembangkan pendekatan serupa. Dengan pembelajaran berdiferensiasi berbasis teknologi, siswa lebih antusias dan pembelajaran terasa lebih relevan dengan kehidupan mereka. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi, ditunjang dengan teknologi informasi dan muatan lokal, mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep Fisika yang kerap dianggap sulit.
Halo, nama saya Nita Maulya, saya seorang guru di SMA Negeri 3 Banyuasin 1. Saya mengampu mata pelajaran Fisika. Dalam mengajar, saya juga suka memberi semangat kepada siswa-siswa saya agar mereka dapat memahami konsep-konsep ilmiah Fisika yang kadang dianggap sulit. Selain menjadi guru, saya juga dipercaya sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Dengan amanah yang diberikan ini memungkinkan saya dapat berperan besar dalam merancang strategi kurikulum yang efektif, yang dapat dilaksanakan dalam menunjang pembelajaran Kurikulum Merdeka di SMA negeri 3 Banyuasin 1.
Dengan hobi di bidang seni dan desain, saya juga sering memasukkan kreativitas dalam metode pengajaran, membuat sains lebih menarik dan relevan bagi siswa. Bagi saya, pendidikan tidak hanya soal mengajar, tetapi juga soal memberdayakan dan memberikan inspirasi. Motto hidup saya adalah, "Jadilah bermanfaat bagi lingkungan dan orang lain, maka lakukanlah terbaik Lillahitaala," menjadi pegangan dalam setiap langkah yang saya ambil, dengan harapan saya dapat menjadi sosok yang senantiasa memberikan yang terbaik bagi sekolah, siswa, dan lingkungannya. Aaaminnn....
3 Komentar